tekhnologi dalam bus

Beberapa komponen atau tehnologi yang di pakai dalam dunia per-bus-an, terutama yang ada di belahan dunia Eropa ( bus versi Eropa ).

Dengan adanya tehnologi ini, keselamatan bus dan penumpang lebih meningkat di banding yang belum memakai.

Kita mulai saja ….

Adaptive Cruise Control (ACC)

Adaptive Cruise Control memanjakan driver di jalan tol. Ketika ACC mendeteksi kendaraan di depan berjalan lebih lambat, maka rem akan aktif secara otomatis sampai jarak aman –yang bias di setel oleh driver sebelumnya – dan kecepatan akan otomatis menyesuaikan. Untuk keperluan ini, sensor akan memindai area di depan bus setiap 50 milidetik.

Active Brake Assist (ABA)

Juga di kenal dengan Emergency Brake Assist. Ketika sensor ACC mendeteksi akan terjadi bahaya tabrakan, maka sistem akan mengaktifkan multi level alarm. Apabila tidak ada reaksi dari driver maka sistem akan mengaktifkan rem emergency. Dengan cara ini ABA mencegah kecelakaan.

Anti-lock Braking System (ABS)

Ketika mengerem semua gaya putar di roda di rekam secara konstan oleh ABS. Gaya pengereman pada masing-masing roda di distribusikan oleh ABS sehingga walaupun dalam pengereman darurat tidak ada satupun roda yang terkunci dan arah laja roda masih bisa dikendalikan.

Anti-Slip Regulation (ASR)

ASR mencegah gejala slip ketika mengemudi di permukaan jalan yang licin. Sistem ini menyalurkan tenaga hanya sebatas yang dibutuhkan untuk melaju, tidak lebih sehingga tenaga yang sampai ke roda bias tersalurkan maksimal. Gejala slip pada satu roda –misal dalam kondisi hujan- dicegah dengan pengereman yang terukur. Hal ini berarti walau dalam kondisi yang sulit, bus tetap bisa berjalan.

Brake assist (BA)

Dalam situasi darurat, kadang orang bereaksi terlalu cepat tetapi tidak melakukan pengereman yang cukup. Elektronik BA mampu mendeteksi situasi pengereman darurat dan secara otomatis memerintahkan untuk melakukan pengereman maksimal dalam waktu sepersekian detik. Dengan demikian jarak pengereman bus bisa lebih pendek dan dalam beberapa kasus kecelakaan bisa di hindari.

Continuous braking limiter (CBL)

CBL memastikan bus menjaga kecepatan yang stabil. Biasanya kecepatan bus di batasi (di Eropa maksimal 100 kpj) secara hukum. Dalam kondisi jalan menurun yang panjang, secara tidak sadar driver melebihi batas kecepatan yang ditetapkan apabila tidak mampu mengontrol pengereman. Dalam kasus ini CBL mengontrol kecepatan dengan menggunakan “retarder” dan ini membantu dalam mencegah melanggar kecepatan.

Electronic Stability Programme (ESP®)

Dalam situasi mengemudi yang kritis, ESP secara selektif mengontrol daya pengereman pada masing-masing roda untuk mencegah slip. Dan dalam waktu yang bersamaan tenaga mesin juga di kurangi. Ketika dalam kondisi berbelok atau berpindah jalur dan kecepatan bus melebihi batas aman, secara otomatis ESP akan melakukan kerjanya sampai kondisi stabil dan aman.

Lane Departure Warning System (LDW)

Ketika driver ngantuk dan tidak sadar maka akan ada resiko bus keluar dari jalurnya. LDW di kembangkan dari ide situasi seperti itu. Sebuah kamera kecil di pasang di kaca depan merekam area jalar yang akan di lewati sekitar 30 meter di depan bus. Di area tersebut kamera memantau jalur yang di lewati sebagai hasilnya komputer menentukan bahwa inilah jalut yang di pakai bus tersebut. Apabila driver keluar dari jalur tanpa signal / sein, maka LDW menganggap driver lalai / secara tidak sengaja pindah jalur dan membahayakan. Maka sistem akan mengirim sinyal dan mengaktifkan vibrator di kursi pengemudi. Dengan cara ini di harapkan driver segera kembali ke jalurnya dan sistem tidak secara aktif mengontrol kemudi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: