Mesin Hesselman

Mesin Hesselman adalah hybrid campuran antara Gasoline engine dengan Diesel Engine. Yaa .. kawin silang lintas gen gitu lah, antara mesin bensin dengan mesin diesel.

Ditemukan oleh Jonas Hesselman, pada tahun 1925. Inilah penggunaan pertama mesin direct gasoline injection dalam mesin yang pakai busi. Mesin Hesselman terlihat wara wiri di jalanan dipakai mesin truk dan bus yang dibproduksi di tahun 1920an sampai 1930an. Woo… Jamannya mbah saya tu…

Apaan seehhh…???
Secara dasar, Hesselman Engine adalah mesin pake busi alias mesin bensin, kalo bahasa bulenya sana, Petrol engine alias Gasoline Engine, tergantung di wilayah bule RT/RW mana.

Nah itu mesin dikonversi dan diacak-acak sama si Jonas Hesselman biar bisa pakai produk minyak yang lebih berat semacem oli, kerosene, atau juga minyak diesel.

Bahan bakar lalu disuntikkan (kalo bahasa insinyur mesin sih “diinjeksi” bukan diinjekin loh ya…) kedalam ruang bakar pakai pompa injeksi (soalnya kalau pake pompa air, itu sumur…. tapi bukan sumur hantu )

Karena kompresinya rendah, maka bahan bakar harus dinyalakan pakai busi. Beda dengan mesin diesel yang bahan bakarnya bisa nyala sendiri (bukan horror loh ) karena panas yang dihasilkan dari kompresi tinggi.

Mesin Hesselman sering juga dinyalakan diawali dengan bensin (jaman segitu entah udah ada Pertamax Plus tau belum), lalu setelah nyala diswitch jadi berbahan bakar diesel atau kerosene saatmencapai suhu ideal.

Kalo mau matiin mesinnya, switch dulu jadi berbahan bakar gasoline lagi.

Dan inilah cikal bakal Mesin Bensin pertama di dunia yang pakai Direct Injection.
Plus dan Minus
Mesin Hesselman bisa menggunakan bahan bakar yang lebih berat semacem minyak diesel atau kerosene, dimana harganya lebih murah daripada gasoline alias bensin, apalagi Pertamax Plus.

Selain itu, juga konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis daripada mesin bensin, dibandingkan dengan mesin bensin yang powernya setara.

Bila dibandingkan dengan mesin diesel, Mesin Hesselman dimensinya lebih kecil dan lebih ringan.

Pada tahun 1930an, dimana pengetahuan mengenai metalurgi lebih baik, oleh sebab itu mesin diesel bisa bekerja di kompresi dan tekanan bakar yang lebih baik. Lalu mesin diesel dikembangkan dengan material yang lebih baik, dan mesin Hesselman lalu kehilangan sisi positifnya.

Mesin Hesselman juga memiliki kelemahan antara lain, karena kompresinya rendah maka sulit mencapai suhu kerja ideal. Karena sulit mencapai suhu kerja ideal, maka pembakarannya kurang sempurna. Karena pembakaran kurang sempurna, busi cepat rusak, juga berasap tebal. Kalo jaman sekarang, dijamin nggak lulus uji standard EURO karena kurang ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: