permasalahan awal pembangunan jembatan suramadu

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kesulitan membebaskan lahan untuk proyek pengembangan wilayah seusai tersambungnya jembatan Surabaya-Madura(Suramadu). Harga tanah untuk pembebasan lahan menjadi permasalahan utama dalam hal ini. Harga tanah yang dipatok warga naik 3-5 kali lipat dari harga nilai jual obyek pajak.

Jembatan Suramadu diresmikan pada 10 Juni 2009. Panjang total jembatan itu mencapai 20,9 kilometer. Sepanjang 8,1 kilometer diantaranya berstatus jalan tol.

Meski berstatus jalan tol, di Suramadu disediakan akses khusus sepeda motor. Letaknya di sisi kanan dan kiri jembatan dengan lebar masing-masing 2,75 meter. Adapun lebar total jembatan Suramadu mencapai 30 meter. Pembagiannya yakni, untuk jalur lambat masing-masing 2 meter dan jalur cepat 7 meter disetiap lajur.

Dari sekitar 1.000 hektare lahan yang diperlukan di kaki Suramadu sisi Madura, baru rampung pembebasan lahan sekitar 150 hektare. Padahal di kawasan tersebut banyak tanah yang potensial untuk mengembangkan industri dan sangat diminati investor.

Selain masalah pembebasan lahan, pengembangan wilayah Madura masih terkendala oleh belum padunya rancangan tata ruang wilayah(RTRW) di empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Jika RTRW sudah padu, mungkin pengembangan Madura bisa lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: